ISLAM DALAM PENGERTIAN YANG SEBENARNYA (MAKALAH STUDI KEISLAMAN)

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Hello Wasssssaapppp my breee :v , udah lama banget nih ane ga post yekan , di karenakan sok sibuk aja gitu hahaha, gimana kabar my breee semua semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT Aamiiiin. Kali ini ane akan share makalah ni buat yang lagi cari referensi untuk makalah kuliah nya yekan, dari pada cuma disimpan di laptop, mending share aja yekan di sini biar rame aja gitu blog nya kwkwk, bisa tinggal copas aja hehe, oke ga usah banyak basa-basi lagi langsung aja ke tkp nya.



MAKALAH STUDI KEISLAMAN

“ISLAM DALAM PENGERTIAN YANG SEBENARNYA”

 

I

 N

 I

 L

 O

 G

 O

 U

 I

 N

 :v

Disusun Oleh:

Kelompok : 2

 

1.      Nuzul Ahmad Wildan     (2010604001)

2.      Ayu Pandiniarti               (2020604031)

3.      Minang Delima               (2010604036)

 

 

Dosen Pengampu :

Mufti Fiandi, M.Ag

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

TAHUN 2020


KATA PENGANTAR

 

       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayahnya kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tentang “Islam Dalam Pengertian Yang Sebenarnya”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Keislaman. Dalam makalah ini membahas tentang pengantar Islam Dalam Pengertian Yang Sebenarnya dan Bagaimana Hakikat dan Makna Islam Yang Sebenarnya.

   Kami menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Semoga makalah ini memberi manfaat bagi pembaca.

 

 

Palembang, 7 November 2020

 

 

                                                                                                            Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

A.       Latar Belakang. 1

B.        Rumusan Masalah. 2

C.       Tujuan Pembahasan. 2

D.       Manfaat Pembahasan. 2

BAB II. 3

PEMBAHASAN.. 3

A. Pengertian Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al- Quran. 3

B. Visi dan Misi dalam Islam.. 8

C. Makna dan Hakikat Islam Yang Sebenarnya. 12

BAB III. 17

PENUTUP.. 17

A. KESIMPULAN.. 17

B. SARAN.. 17

DAFTAR PUSTAKA.. 18

 

 

 


 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

       Islam adalah suatu agama yang ajaran-ajarannya di wahyukan tuhan kepada masyarakat melalui Nabi Muhammad SAW. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sumber dari ajaran-ajaran yang mengambil berbagai aspek itu adalah Al-Qur’an dan hadits. Dalam paham dan keyakinan umat islam Al-Qur’an mengandung sabda Tuhan (kalamullah) yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

       Berdasarkan atas sejarah pembukaan yang jelas ini kita umat islam berkeyakinan bahwa teks Al-Qur’an yang ada sekarang betul sesuai dengan apa yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Bahwa Al-Qur’an sekarang betul orisinal dari Nabi Muhammad SAW diakui juga oleh orang orientalis. Hadits sebagai sumber kedua dari ajaran-ajaran islam, mengandung sunnah (tradisi) Nabi Muhammad SAW. Sunnah boleh mempunyai bentuk ucapan, perbuatan, persetujuan secara diam dari Nabi. Ini-dua sumber asli dari ajaran-ajaran islam dalam segala hal. Ajaran yang terpenting dari islam ialah ajaran Tauhid, maka sebagai  halnya dalam agama monoteisme atau agama Tauhid lainnya yang menjadi dasar dari segala dasar disina ialah pengalaman tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa. Semua asal ini di bahas dalam ilmu !auhid atau ilmu kalam yang dalam istilah baratnya disebut theologi, aspek theologi merupakan aspek yang penting sebagai dasar bagiislam.

       Salah satu ajaran dasar lain dalam agama islam ialah bahwa manusia yang tersusun dari badan dan roh itu berasal dari tuhan dan akan kembali ke Tuhan. Selanjutnya islam berpendapat bahwa hidup manusia di dunia ini tidak bisa lepas hidup manusia di akhirat, bahkan lebih dari itu corak hidup manusia di dunia ini menentukan corak hidupnya di akhirat kelak. kebahagiaan di akhirat tergantung pada hidup baik di akhirat bergantung pada hidup baik di dunia. Hidup baik menghendaki masyarakat manusia yang teratur. Demikianlah terdapat peraturan-peraturan mengenai hidup kekeluargaan (pertanian, peceraian, waris dan lain-lain). Tentang hidup ekonomi dalam bentuk jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam, perserikatan dan lain-lain, tentang hidup kenegraan, tentang kejahatan atau pidana, tentang hubungan islam dengan non islam, tentang hubungan orang kaya dan orang miskin dan sebagainya. Semua ini di bahas dalam lapangan hukum islam yang dalam istilahislamnya di sebut ilmu fikih, fikih memberi gambaran tentang aspek hukum islam.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang di maksud dengan islam yang sebenarnya ?

2.      Apa makna dan hakikat islam yang sebenarnya ?

3.      Apa visi dan misi dalam islam ?

 

C.    Tujuan Pembahasan

1.      Mengetahui apa yang di maksud dengan islam yang sebenarnya

2.      Mengetahui apa visi dan misi dalam islam

3.      Mengetahui apa makna dan hakikat islam yang sebenarnya

 

D.    Manfaat Pembahasan

Memberikan pengetahuan tentang islam yang sebenarnya dalam studi keislaman agar dapat memahami dan menambah wawasan kita mengenai islam dalam pengertian yang sebenarnya.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.     Pengertian Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al- Quran

       ISLAM sering disalahpahami, khususnya dengan diidentikkan dengan Muslim. Islam dan Muslim adalah dua istilah yang berbeda. Islam adalah agama. Muslim adalah pemeluknya. Islam sering diidentikkan dengan perilaku kaum Muslim atau umat Islam.  Padalah, sebagaimana perilaku penganut agama lainnya, perilaku seorang Muslim belum tentu mencerminkan ajaran atau syariat Islam.

       Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman. Islam (Arab: al-islām, ﺍﻹﺳﻼﻡ , "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Dalam Al-Quran, Islam disebut juga Agama Allah atau Dienullah (Arab: ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ).

ﺃَﻓَﻐَﻴْﺮَ ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻭَﻟَﻪُ ﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷﺭْﺽِ ﻃَﻮْﻋًﺎ ﻭَﻛَﺮْﻫًﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻳُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ

"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.” (QS. Ali Imran [3] : 83).

       Dien (agama) sendiri dalam Al-Quran artinya agama (QS 3:83), ketaatan (QS 16:52), dan ibadah (QS.40:65). Berikut ini ulasan tentang makna, arti, defisi, atau pengertian Islam menurut bahasa, istilah, dan Al-Quran.

Pengertian Islam secara Harfiyah

       Pengertian Islam secara harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” ( Salama ). Dari pengertian Islam secara bahasa ini, dapat disimpulkan Islam adalah agama yang membawa keselamatan hidup di dunia dan di akhirat (alam kehidupan setelah kematian).

       Islam juga agama yang mengajarkan umatnya atau pemeluknya (kaum Muslim/umat Islam) untuk menebarkan keselamatan dan kedamaian, antara lain tercermin dalam bacaan shalat --sebagai ibadah utama-- yakni ucapan doa keselamatan " Assalamu'alaikum warohmatullah " ( ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪ ) --semoga keselamatan dan kasih sayang Allah dilimpahkan kepadamu-- sebagai penutup shalat.

Pengertian Islam Menurut Bahasa

       Pengertian Islam menurut bahasa, kata Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.

ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻣﺼﺪﺭ ﻣﻦ ﺃﺳﻠﻢ ﻳﺴﻠﻢ ﺇﺳﻼﻣﺎ

       Ditinjau dari segi bahasanya, yang dikaitkan dengan asal katanya (etimologis), Islam memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut:

       1. Islam berasal dari kata ‘salm’ ( ﺍﻟﺴَّﻠْﻢ ) yang berarti damai atau kedamaian.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran:

ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﻨَﺤُﻮﺍ ﻟِﻠﺴَّﻠْﻢِ ﻓَﺎﺟْﻨَﺢْ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﺗَﻮَﻛَّﻞْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian ( lis salm ), maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 8:61).

       Kata ‘salm ’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk cinta damai atau senantiasa memperjuangkan perdamaian, bukan peperangan atau konflik dan kekacauan.

ﻭَﺇِﻥْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺍﻗْﺘَﺘَﻠُﻮﺍ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺑَﻐَﺖْ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄُﺧْﺮَﻯٰ ﻓَﻘَﺎﺗِﻠُﻮﺍ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺒْﻐِﻲ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗَﻔِﻲﺀَ ﺇِﻟَﻰٰ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﺎﺀَﺕْ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺑِﺎﻟْﻌَﺪْﻝِ ﻭَﺃَﻗْﺴِﻄُﻮﺍ ۖ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﻘْﺴِﻄِﻴﻦَ

"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 49 : 9).

       Sebagai salah satu bukti Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah Allah SWT melalui Al-Quran baru mengizinkan atau memperbolehkan kaum Muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.

ﺃُﺫِﻥَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻘَﺎﺗَﻠُﻮﻥَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﻇُﻠِﻤُﻮﺍ ۚ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻧَﺼْﺮِﻫِﻢْ ﻟَﻘَﺪِﻳﺮٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. 22 : 39).

       2. Islam Berasal dari kata ‘aslama’ ( ﺃَﺳْﻠَﻢَ ) yang berarti berserah diri atau pasrah. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya.

ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻣِﻤَّﻦْ ﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺤْﺴِﻦٌ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻣِﻠَّﺔَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ۗ ﻭَﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺧَﻠِﻴﻠًﺎ

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya ( aslama wajhahu) kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. 4 : 125)

       Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya.

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 6 : 162)

       Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya.

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

(QS. 3 : 83)

      

       3. Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran:

ﺑَﻞْ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻣُﺴْﺘَﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ

“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” (QS 37 : 26)

       Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Seorang Muslim atau pemeluk agama Islam diperintahkan untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apa pun yang dimiliki hanya kepada Allah SWT.

       "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2 : 208).

       Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya. Inilah yang disebut Takwa menuruf definisi yang populer.

Baca : Pengertian Takwa Simbol kepasrahan diri kepada Allah SWT antara lain gerakan sujud dalam shalat.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ ( ﺳَﻠِﻴْﻢٌ) yang berarti bersih dan suci.

ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟَّﻪَ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﺳَﻠِﻴﻢٍ

"Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (QS. 26 : 89).

ﺇِﺫْ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺑَّﻪُ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﺳَﻠِﻴﻢٍ

"(Ingatlah) ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci." (QS. 37: 84)

       Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

       5. Islam Berasal dari ‘salam’ ( ﺳَﻼَﻡٌ ) yang berarti selamat dan sejahtera.

ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻼﻡٌ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺳَﺄَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﻟَﻚَ ﺭَﺑِّﻲ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻲ ﺣَﻔِﻴًّﺎ

"Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku'." (QS. 19 : 47).

       Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.

       Pengertian Islam menurut Al-Quran tersebut sudah cukup mengandung pesan bahwa kaum Muslim hendaknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika melaksanakan risalah Islam. Lalu, bagaimana jika faktanya banyak pemeluk Islam (Muslim) yang tidak beperilaku sebagaimana digambarkan dalam pengertian Islam di atas? Mudah saja jawabnya: mereka tidak mengamalkan Islam dengan bailk dan benar, dan perilaku mereka tidak identik dengan Islam, karena Islam dan Muslim adalah da hal yang berbeda.

Pengertian Islam Menurut Istilah

       Menurut istilah, Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

       Secara istilah juga, Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan utusan Allah (Rasulullah) terakhir untuk umat manusia, berlaku sepanjang zaman, bersumberkan Al-Quran dan As-Sunnah serta Ijma' Ulama.

Pengertian Islam Secara Etimologi

       Agama islam dalam istilah Arab di sebut Diinul Islam, yang tersusun dari dua kata, yakni : Din dan Islam. Islam secara etimologis berasal dari kata kerja salima, yang berarti selamat damai, dan sejahtera. Lalu muncul kata salam  dan salamah, dari salima muncul kata aslama yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, dan menyejahterakan. Kata aslama juga berarti menyerah, tunduk, atau patuh. Dari kata  salima juga muncul beberapa kata turunan yang lain, di antaranya adalah kata salam dan  salamah, yang artinya kesemalatan, kedamaian, kesejahteraan dan penghormatan, taslim artinya penyerahan, penerimaan, dan pengakuan, sullam artinya tangga, istislam artinya ketundukan, penyerahan diri, serta muslim dan muslimah artinya orang yang beragam islam.

Pengertian Islam Secara Terminologi

       Islam adalah agama yang ajaran-ajaranny di wahyukan Tuhan kepada manusia melalui Muhammad sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sumber-sumber ajaran Islam yang merupakan bagian pilar penting kajian Islam dan paradigma ke Islaman tidak keluar dari sumber asli, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Dengan demikian, studi Islam tidak hanya bermuara pada wacana pemikiran, tetapi juga praksis kehidupan yang berlandaskan pada prilaku baik dan benar dalam kehidupan.

 

B. Visi dan Misi dalam Islam

1. Visi Islam

       Visi dalam KBBI adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan atau wawasan ke depan. Islam sendir berasal dari kata Aslama, yang berarti keselamatan. Visi Islam adalah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam, pembawa kesejahteraan ummat, pembawa perdamaian, mengajarkan perdamaian, mengajarkan persamaan dan penegak keadilan.

1.      Visi Islam sebagai pembawa Rahmat

       Rahmat merupakan belas kasih, kerahiman, karunia dan berkah Allah, berarti semua makhluk di muka bumi mendapat Rahmat Allah. Islam tidak hanya membawa rahmat bagi kaum muslimin saja, tetapi juga bagi seluruh ummat. Banyak hal yang berkaitan dengan Ilmu pengetahuan besumber dari al-Qur’an atau pun bersumber dari pemikiran tokoh cendekiawan Muslim, namun di ambil oleh pemikir-pemikir Yahudi, sehingga mereka mendapat nama besar sebagai penemu Ilmu, dan mengecam Ilmu pengetahuan tersebut berasal dari bangsa mereka.

Rasulullah SAW, dialah yang di katakan sebagai pembawa rahmat kepada alam. Agama islam yang di berikan kepada Rasulullah oleh Allah  adalah untuk memimpin manusia, Firman Allah yang maksudnya, : Tidak aku utus engkau (ya Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat kepada alam. Walaupun kita dapati ayat ini menunjukkan bahwa rahmat yang di bawa oleh Rasulullah itu bersifat umum kepada semua manusia, tetapi sebenarnya di khususkan oleh Allah kepad aorang mrukmin semata. Orang ya di luar mukmin tidak akan mendapat rahmat, bahkan mereka lebih merasa tidak senang hati dengan Islam.

Manakala kedatangan Rasulullah yang padanya di sampaikan ajaran Islam dan dengan agama ini Rasulullah menyampaikannya kepada ummat, serta memimpin ummat hingga mereka menerima Allah dan Rasulullah, disinilah letak rahasia ke agungan agama Islam.

2.      Islam pembawa kesejahteraan ummat

       Islam merupakan agama yang sangat anti dengan kemiskinan. Kemiskinan di anggap sebagai sumber berbagai kejahatandan kegiatan sumbang (Ataul Huq, 1993). Rasululla bersabda : “kemiskinan mendekati ke kufuran (HR. As-Sayuti). Hal ini juga di akui oleh pakar ekonomi barat. Alcok (1993) menyebutkan bahwa : kemiskinan adalah salah satu penyakit sosial. Tidak seperti kemiskinan konvensional yang hanya di ukur dengan material semata, kemiskinan dalam Islam jauh lebih konfrehensip dengan berimplikasi bahwa tolak  ukur kemiskinan antara koonsep konvensional dan islam berbeda. Bisa jadi seseorang itu kaya bila menggunakan ukuran konvensional, tapi miskin bila di lihat dengan kacamata ekonomi Islam.

       Berbedanya defenisi dan ukuran kemiskinan antara konsep kemiskinan Barat dengan islam otomatis menyebabkan kriteria sebuah kesuksesan dalam program pengentasan kemiskinan juga berbeda. Mungkin saja program pengentasan kemiskinan itu di katakan berhasil bila di lihat dari persfektif barat, tapi gagal secara secara Islam. Demi berhasilnya program pengentasan kemiskinan, yang pertama sekali kita identifikasi adalah faktor-faktor penyebab kemiskinan itu sendiri. Dengan mengetahui Root of the problem maka dengan mudah kemiskinan yang mendera lebih separuh penduduk muslim dapat di entaskan.

3.      Islam pembawa perdamaian

       Allah menciptakan manusia dalam berbagai suku bangsa untuk saling mengenal. Arti luas mengenal dsini adalah seluruh manusia di perintahkan untuk tidak membeda-bedakan Suku, Ras, maupun status. Islam mengajarkan perdamaian agar perbedaan tersebut tidakmenjadi alasan berpecah-belah. Hidup damai sesama pemeluk agama maupun antar beda agama. Proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an yang seragam, merupakan bukti bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama. Karena itu juga manusia memiliki kedudukan yang sama.

       Di dalam al-Qur’an ada sejumlah ayat yang menjelaskan persamaan antar manusia, seperti surat an-Nisa 4:1, al-A’raf  7: 89, al-Zumar 39: 6, Fathir 35: 11 dan al-Mu’minun 40 : 67. Ayat-ayat itu sebagaimana di jelaskan Husayin al-Thabatthabi dalam tafsirnya al-Mizan Tafsir al-Qur’an. pada pokoknya hendak menjelaskan bahwa dari segi hakikat pencptaan manusia yang satu dan yang lainnya tidak ada perbedaan. Mereka semua sama, asal kejadian yang sama, yaitu dari tanah, dari diri yang satu yakni Adam. Karena itu tidak ada kelebihan seorang individu atas individu yang lain. Karena asal-usul kejadian manusia seluruhnya adalah sama. Oleh karenanya tidak layak seseorang atau satu golongan menyombongkan diri terhadp yang lain atau menghina yang lain.

4.      Islam penegak ke adilan

       Islam sangat objektif dan rasional dalam penegakan keadilan. Seseorang tidak di toleransi untuk mendiamkan pelanggaran apapun dari orang yang di cintainya, atau menghukum orang yang di bencinya di luar kepantasan. Penegakan keadilan mesti benar-benar adil, sekalipun tearhadap diri sendiri, orang tua, kerabat, dan lainya. Bahkan keadilan harus di tegakkan kepada orang kaya maupun yang miskin. Keadilan Islam tidak berkompromi dengan segala prestasi dan status sosial. Al-Qur’an sangat mewanti-wanti hal ini, karena seringkali kekayaan sesorang membuat penegak hukum tuidak berkutik menindaknya, atau kemiskinan dan kesengsaraan seseorang tidak jarang membangkitkan rasa kasihan dan tidak tega menghukumnya. Penegakan keadilan perspektif Islam memiliki dasar pijak, standar nilai dan tujuan yang sangat jelas. Al-Qur’an mengungkap kannya dengan redaksi Qawwamina lillah (orang-orang yang menegakkan keadilan karena Allah). Upaya penegakan keadilan harus di awali  karena ketundukan dan ketulusan untuk mengabdi sepenuhnya kepada Allah.

       Poin penting yang esensial adalah bahwa keadilan di tegakkan bukan lah untuk memuliakan sebagian orang atau, menghinakan yang lainnya. Seluruh aktivitas penegakan keadilan harus, mengarah secara jelas pada penegakan kehendak Allah, tuhan yang sangat menya yangi manusia,dan mengigingkan yang terbaik bagi hambanya. Dengan penegakan keadilan yang berdasarkan Islam, di harapkan mampu menigkatkan kesejahteraan ummat manusia. Adapun dampak yang di timbulkan dalam keadilan di harapkan mampu.

·         Menimbulkan kecintaan manusia terhadap ajaran islam yang didasarkan pada argumentasi yang tepat, yang sifatnya bukannya hanya normatif, tapi karena perintah Allah, dan bukan pula hanya bersifat emosional, melainkan karena di dukung oleh argumentasi yang rasional, kultural dan aktual.

·         Untuk membuktikan kepada ummat manusia bahwa Islam baik secara kultural, dan rasional adalah ajaran yang dapat membawa manusia kepada kehidupanyang lebih baik, tanpa harus mengganggu keyakinan agama Islam.

·         Untuk menghilangkan citra negatif dari sebgaian masyarakat  terhadap ajaran Islam. Terutama yang di lontarkan oleh para Orientalis.

2. Misi Ajaran Islam

       Terdapat banyak argumentasi yang menyatakan bahwa misi ajaran Islam sebagi Rahmat bagi seluruh alam. Di antaranya :

       Pertama : untuk menunjukkan bahwa islam sebagai rahmat, dapat di lihat dari pengertian Islam itu sendiri. Kata Islam makna aslinya masuk dalam “perdamaian, dan orang muslim ialah orang yang damai dengan Allah, artinya berserah diri sepenuhnnya kepada Allah, dan damai dengan manusia bukan saja berarti mengingkari berbuat jahat, melainkan juga mengharuskan berbuat baik sesamanya.

       Kedua : Misi ajaran Islam sebagai pembawa Rahmat dapatdi lihat dari peran yang di mainkan Islam dalam menangani berbagai problematika agama, sosial, ekonmi, politik, hukum dan lain-lain. Sejak kelahirannya 15 abad yang lalu, Islam senantiasa hadir memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas.

       Berdasarkan peran Islam yang demikian, Saikhal-Nadwi dalam bukunya “Madza al-Alam bi Inhithath al-Muslimin ( kerugian apa yang di derita dunia akibat kemerosotan dunia), mengatakan bahwa, ; saat Islam datang ke muka bumi, keadaan dunia tak ubahnyaseperti baru saja di landa gempa yang sangat dahsyat. Demikian pula keadaan masyarakat, baik dari segi sosial, ekonomi, pendidikan, dan sebagainyya dalam keadaan berantakan dan kacau balau.

       Dalam keadaan dunia yang demikian itulah Nabi Muuhammad membawa ajaran Islam yang di dalamnya bukan hanya mengandung ajran tentang akidah, atau hubungan dengan Tuhan saja melainkan juga hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta.

 

C. Makna dan Hakikat Islam Yang Sebenarnya

       Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad s.a.w, sebagai Rasul. Islam pada hakekatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sumber dari ajaran-ajaran yang menganut berbagai aspek itu ialah Al-Qur-an dan hadis.

Sebagai dijelaskan Al-Qur-an, wahyu ada tiga macam Surat 42 (Al-Syura) ayat 51 dan 52 mengatakan :

       Tidak dapat terjadi bagi manusia bahwa Tuhan berbicara dengannya, kecuali melalui wahyu, atau dari belakang tabir ataupun melalui utusan yang dikirim, maka disampaikanlah kepadanya dengan seizin Tuhan apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Tuhan Maha Tinggi dan Maha Bijaksana Demikianlah Kami kirimkan kepadamu roh atas perintah Kami.

       Wahyu dalam bentuk pertama tersebut di atas kelihatannya adalah pengertian atau pengetahuan yang tiba-tiba dirasakan seseorang timbul dalam dirinya; timbul dengan tiba-tiba sebagai suatu cahaya yang menerangi jiwanya. Wahyu bentuk kedua, ialah pengalaman dan penglihatan di dalam keadaan tidur atau di dalam keadaan trance. Di dalam bahasa asingnya ini disebut ru'ya (dream) atau kasy (vision). Wahyu bentuk ketiga ialah yang diberikan melalui utusan, atau malaekat, yaitu Jibril dan wahyu serupa ini disampaikan dalam bentuk kata-kata.  Bahwa wahyu yang dalam Al-Qur-an. Surat 26 (AI Syu'ara) ayat 192-195 mengatakan : diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah wahyu dalam bentuk ketiga, dijelaskan juga:

Sesungguhnya ini adalah wahyu Tuhan semesta alam. Dibawa turun oleh Roh Setia ke dalam hatimu agar engkau dapat memberi ingat. Dalam bahasa Arab yang jelas.

Selanjutnya Surat 16 (Al-Nahl) ayat 102 menyebutkan :

       Katakanlah : Roh Suci membawakannya turun dengan kebenaran dari Tuhanmu untuk meneguhkan (hati) orang yang percaya dan untuk menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri. nBahwa yang dimaksud dengan Roh Setia dan Roh Suci adalah Jibril (Gabrial) dijelaskan oleh Surat 2 (Al-Baqarah) ayat 97 :

       “Katakanlah siapa yang menjadi musuh Jibril maka ialah sebenarnya yang membawanya turun ke dalam hatimu dengan seizin Tuhan untuk membenarkan apa yang (datang) sebelumnya dan untuk menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang percaya”.

       Ummat islam mempunyai keyakinan bahwa apa yang terkandung dalam Al.Quran adalah sabda tuhan dengan kata lain teks arab yang tersebut dalam kitab suci itu adalah wahyu dari tuhan . hanya kata-kata arab lain sungguh pun sinonimnya, itu tdak di akui wahyu Zaid ibn sabit adalah sekertaris umat yang mencatat dalam bentuk  tulisan ayat-ayaat yang di turun kan itu, selain dari sekertaris ini disebut juga nama – nama sahabat lain yang di suruh mencatat,seperti Abu Bakar, Usman , Umar, Alizubair ibn awwam , Abdullah ibn saad ,dan ubbay ibnu kaab , ayat-ayat itu di tulis di atas batu, tulang pelepah korma.

       Pengumpulan dan penulisan ayat-ayat itu salam bentuk buku,terjadi setelah banyaknya sahabat-sahabaat yang mebghafal Al.Quran gugur dalam peperangan yang timbul di zaman abu bakar, dengan penghafal-penghafal Al.Quran dikuatirkan ayat-ayaat AL.Quran akan dapat turun hilang, maka atas anjuran Umar, Abu Bakar memeritah kan Zaid ibn sabit dan sahabat-sahabaat lain , utuk mengumpulkan ayat-ayat tersebut di atas butu, tulang-tulang, pelepah korma dan di hafal oleh sahabat-sahabat itu dalam bentuk stu buku, buku itu pun di perbanyak oleh usman, daan dikirim kan ke daerah-daerah untuk menjadi pegangan tertulis bagi umat islam yang ada d sana, dari teks usman ini lah kopi- kopi selanjutnya di tulis dan di cetak, berdasarkn atas sejarah pembukuan yang jelas ini kita umat islam berkeyakinan bahwa teks  Al.Quran yang ada sekarang betul sesuai dengan apa yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad. Demikian lah teks Al.Quran adalah orisinal dari Nabi adalah wahyu yang beliau terima dari Tuhan melalui jibril dalam bentuk kata-kata yang di dengan dan di hafal, dan bukan dalam bentuk pengetahuan yang di rasakan dalam hati atau yang di alami dan di lihat dalam  mimpi atau keadaan,semua soal ini di bahas oleh ilmu tauhid atau ilmu kalam yang dalam istilah beratnya di sebut teologi. Aspek teologi merupakan aspek penting sebagai dasar agama islam, salah satu ajaran lain dalam islam ialah bahwa manusia tersusun dari badan dan roh itu berasal dari tuhan, tuhan adalah suci dan roh yang datang dari tuhan juga suci dan akan dapat kembali ke tempat asalnya di sisi tuhan kalo ia tetap suci. kalo ia menjadi kotor dan masuknya ia ke dalam tubuh manusia yang bersifat materi itu, ia tak akan dapat kembali ke tempat asalnya . oleh karna itu harus di usahakan supaya roh tetap suci dan manusia menjadi baik.

       Ajaran islam mengenai hal ini tersimpul dalam badat bayang mengammbil bentuk sholat, puasa, zakat, haji dan ajaran-ajran mengenai moral atau akhlak islam. Selanjutnya islam berpendapat bahwa hidup manusia di dunia ini tidak bisa terlapas dari hidup  manusia di akhirat bahkan lebih dari itu corak hidup manusia ini menentukan hidupnya di akhirat kelak. Kebahagiaan diakhirat bergantung pada hidup baik didunia, hidup baik mengenai masyarakat manusia yang teratur. oleh sebab itu islam mengandung peraturan-peraturan kehidupan masyarakat manusia. demikianlah terdapat peraturan-perauran mengenai hidup kekeluargaan , ekonomi dalam bentuk jual beli, sewa menyewa perserikatan dan lain-lain. semua ini dibahas dalam lapangan hokum islam yang dalam istilah islam nya disebut ilmu fikih , fikih memberikan gambaran tentang aspek hokum islam.

       Sementara itu islam dalam sejarah mengambil bentuk kenegaraan dalam perkembangan terjadi perbedaan paham tentang organisasi Negara yang semestinya. perbedaan paham terbesar dalam soal lembaga politik ini terdapat kaum muslimin dan kaum syiah sunni, kaum sunni berpendapat bahwa kepala Negara tidak mesti dari keturunan nabi melalui Fatimah dan ali kaum syiah sebaliknya beryakinan bhwa hanya keturunan nabi yang boleh menjadi  kepala Negara. selanjutnya terdapatperbedaan paham persoalan apakah jabatan kepala negara bersifat turun temurun dari bapak kepada anak, ataukah pengangkatan kepada kepala Negara didasarkan kesanggupan serta keahlian dan bukan atas keturunan.

       Islam sebagai Negara tertentu mempunyai  lembaga-lembaga kemasyarakatan lain, seperti lembaga kenegaraan , lembaga kemiliteran , lembaga kepolisian, lembaga kehakiman, dan lembaga pendidikan semua ini menggambarkan aspek lembaga kemasyarakatan dalam islam lebih lanjut islam mengajarkan bahwa tuhan pencipta semesta alam oleh karena itu perlu dibahas arti penciptaa, materi yang di ucapkan, hakikat roh, kejadian alam, hakikat akal, hakikat wujud, arti qidam (tidak bermula) dan lain-lain. Pemikiran dan pembahasa dalam hal-hal ini dilakukan oleh akal . maka timbullah persoalan akal dan wahyu serta falsafah dan agama. ini semua dibahas oleh falsaffah dalam islam.

       Akhirnya islam mempunyai wujud dalam islam tahun islam mula  dihitung dari hijrah nabi ke madinah di tahun 622 M dan sekarang islam berusia dekat 14 abad dari semenanjung Arabia, tengah, Malaysia Indonesia dan Filipina di timur dan mesir, afrika utara, spanyol dan afrika tengah, di barat kemudian ke Asia kecil dan dari sana ke eropa timur sampai ke Australia dengan demikian islam bukan hanya mempunyai sejarah politik yang panjang dalam masa tetap juga sejarah poitik yang luas daerahnya. Dalam ekspansi ketimur dan barat itu islam bertemu dengan peradaban-peradaban klasik, terutama peradaban yunani dan persia , dan kontak ini menimbulkan peradaban bercorak islam yang berpengaruh dimasanya, bahkan mempunyai pengaruh bagi peradaban barat sekarang, ini semua di bahas dalam SKI.

       Dengan adanya kontak antara islam dan kemajuan barat yang dimulai pada pembukuan pada abad ke 19 yang lalu, umat islam dipengaruhi oleh pemikiran- pemikiran modern barat dalam islam timbullah pula pemikiran pembaruan, ya ng masih soal hangat sampai zaman kita sekarang. maka disamping aspek-aspek tersebut, terdapat pula spek modernisasi atu pembaruan dalam islam. Jadi islam berlainan dengan apa yang umum diketahui, bukan hanya mempunyai satu dua aspek tetapi mempunya berbagai aspek. Islam sebenarnya mempunyai aspek teologi aspek ibadat, aspek moral, aspek misticisme., aspek falsafah, aspek sejarah , aspek kebudayaan dan lain sebagainya.  

       Untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan itu perlulah diketahui dan di ajarkan hakikat islam, yang islam dalam segala aspeknya , mengetahui islam dalam segala aspeknya secara mendetail sudah tentu tidak mudah dan menghendaki masa yan  tidak panjang dan usaha yang kuat.


 

BAB III

PENUTUP

 

A. KESIMPULAN

       Islam adalah agama yaitu agama yang ajaran-ajarannya  diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW, sebagai Rasul. islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. sumber dari ajaran-ajaran yang mengambil berbagai aspek itu ialah Al-quran dan hadis.

       Selanjutnya islam berpendapat bahwa hidup manusia di dunia ini tidak bisa terlapas dari hudup manusia di akhirat bahkan lebih dari itu corak hidup manjusia ini menentukan hidupnya di akhirat kelak . kebahagiaan diakhirat bergantung pada hidup baik didunia . hidup baik mengenai msyarakat manusia yang teratur. oleh sebab itu islam mengandung peraturan-peraturan kehipan masyarakat manusia. demikianlah terdapat peraturan-perauran mengenai hidup kekeluargaan , ekonomi dalm bentuk jual beli, sewa menyewa perserikatan dan lain-lain. semua ini dibahas dalam lapangan hokum islam yang dalam istilah islam nya disebut ilmu fikih , fikih memberikan gambaran tentang aspek hokum islam.

       Islam mengajarkan bahwa tuhan pencipta semesta alam oleh karena itu perlu dibahas arti penciptaa, materi yang diucapkan, hakikat roh, kejadian alam, hakikat akal, hakikat wujud, arti qidam (tidak bermula) dan lain-lain. pemikiran dan pembahasa dalam hal-hal ini dilakukan oleh akal . maka timbullah persoalan akal dan wahyu serta falsafah dan agama. ini semua dibahas oleh falsaffah dalam islam.

 

B. SARAN

       Sebagai penyusun, penulis merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca. Agar penulis dapat memperbaiki makalah yang selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Al-Arif, Husein. 2018. Islam dan Pengertian yang Sebenarnya https://mynewblogcalonsarjana.blogspot.com/2018/01/islam-dan-pengertian-yang-sebenarnya.html (diakses pada tanggal 8 November 2020).

 

Rijal, Muhammad. 2019. Arti Islam Yang Sebenarnya https://www.academia.edu/38546897/ARTI_ISLAM_YG_SEBENARNYA_doc (diakses pada tanggal 7 November 2020)




Baik itu saja materi yang dapat ane share lebih dan kurang saya mohon maaf ya, saya akhiri dengan

Wassalamualikum Wr. Wb


Komentar